Posted by: putratomohon on: Mei 11, 2009
Manado, KOMENTAR
Sekretaris Menkokesra Prof Dr Indroyono Susilo mengata-kan, event World Ocean Confe-rence (WOC) dan Coral Triangle Initiative (CTI) Summit, benar-benar menjadi momen yang mampu mengubah wajah Kota Manado dan Sulut pada umum-nya secara luar biasa. Betapa tidak, hanya dalam waktu yang relatif singkat, yakni sejak
gagasan lokal ini direspons Presiden Susilo Bambang Yu-dhoyono (SBY), dana triliunan rupiah pun mengalir.
Tak tanggung-tanggung, jika dikalkulasikan, dana yang mengalir ke daerah ini men-capai kisaran Rp 2 triliun. Rinciannya, investasi pihak swasta yang direalisasikan dalam pembangunan perhotelan sebesar Rp 1,5 triliun, kucuran dari Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) sebesar Rp 30 miliar dan Pemprop Sulut sebesar Rp 11 miliar. Plus, pembangunan infrastruktur yang secara khusus disumbang oleh sejumlah departemen lainnya.
Di mana juga hampir sebagian besar proyek-proyek rutin daerah, diarahkan ke Sulut. “Ibaratnya memancing dengan cacing, tetapi yang diperoleh adalah kakap besar. Karena itu, masyarakat Sulut harus menyukuri, di mana Sulut dan Manado khususnya telah mengalami perubahan yang luar biasa,” kata Indroyono.
Untuk bisa seperti sekarang ini, lanjut Indroyono membutuhkan pemimpin yang krea-tif. Sebab, pemimpin yang mampu membawa ide-ide cemerlang berkelas interna-sional seperti WOC, pasti akan ditangkap oleh peme-rintah pusat. “Ketika ide WOC ini disodorkan, langsung di-tangkap oleh pusat. Dan ha-silnya, Manado menjadi se-perti sekarang ini. Karena itu, dapat saya katakan bahwa, pemikiran seperti inilah yang dapat dikembangkan di era otonomi daerah,” jelas dia.
Tak itu saja, Indroyono yang ketiban tugas sebagai Sekre-taris Panitia WOC itu, meski mengaku telah bekerja keras, namun dari sisi lain, dirinya mengaku enjoy bekerja dan bermitra dengan warga Sulut yang tak mengenal struktur atau pun strata budaya. Se-hingga kesannya, memberi keleluasaan dalam bekerja. “Meski ada beban kerja, tapi bekerja dengan masyarakat Sulut yang egaliter ini enak. Apalagi dengan falsafah to-rang samua basudara, maka koordinasi dan komunikasi pun berjalan baik. Tanpa ada kesulitan yang berarti. Ma-kanya saya kerasan tinggal di daerah ini,” kuncinya.
TUAN RUMAH
Senin (11/05) ini, Manado menjadi tuan rumah dua event berskala internasional, World Ocean Conference (WOC) dan Coral Triangle Initiative (CTI) Summit. Menteri Kelautan dan Perikanan Freddy Num-beri mengatakan, “Kita semua harus mendukung perhelatan dunia ini, yang baru pertama kali diselenggarakan di Ma-nado, mulai dari masyarakat Manado khususnya, Indone-sia pada umumnya, swasta dan seluruh jajaran peme-rintah Republik Indonesia”.
Menariknya, menurut Num-beri, sejak tahun 1982, saat negara-negara pengambil keputusan politik berkumpul menghasilkan United Nations Convention of Law at Sea (UNCLOS) tidak pernah terjadi lagi pertemuan politik lainnya yang membahas tentang ke-lautan dunia. Kini Sulut me-rintis pertemuan ini kembali.
Pada bagian lain, sebagai Ketua Penanggung Jawab Panitia Gabungan WOC-CTI Summit 2009, dia memberi-kan catatan, “Ketelitian dari berbagai hal perlu diberi perhatian di sini. Yakni sani-tasi dan higienis di tempat-tempat umum. Tamu-tamu yang masuk bandara harus me
ndapatkan kesan kuat bahwa kita siap menerima mereka, Manado menjadi pintu mereka mengenal Indonesia, selain Bali dan Jakarta”.
Sementara pada inspeksi thermal-scanner dan ruang periksa kesehatan yang ter-sedia di bandara, Menteri Kelautan dan Perikanan me-nunjukkan rasa puasnya terhadap kesigapan petugas di sana. Namun demikian, dia memberikan catatan untuk kesiapan registrasi. “Untuk bisa lebih efisien dan efektif, kita perlu berlatih dan ber-sikap proaktif. Kuncinya ha-rus ekstra kerja dan bergo-tong royong. Pembangunan infrastruktur yang sudah baik perlu dilengkapi dengan hos-pitality services-nya yang menunjang,’’ katanya.(eda)
maju trus sulut agar sperti KUTA BALI,,,lo gw blang pantai bunaken lbih
indah dri bali
1 | Sonny/powalutan
Juli 27, 2009 pada 8:17 pm
Maju Terus.. Semoga Sulut Tetap jaya