Posted by: putratomohon on: Mei 12, 2009
I asked God to take away my habit.
God said, No.
It is not for me to take away,
but for you to give it up.
I asked God to make my handicapped child whole.
God said, No.
His spirit is whole, his body is only temporary.
I asked God to grant me patience.
God said, No. Patience is a byproduct of tribulations;
it isn’t granted, it is learned.
I asked God to give me happiness..
God said, No.
I give you blessings;
Happiness is up to you.
I asked God to spare me pain.
God said, No.
Suffering draws you apart from worldly cares and brings you closer to me.
I asked God to make my spirit grow.
God said, No.
You must grow on your own, but I will prune you to make you fruitful.
I asked God for all things that I might enjoy life.
God said, No.
I will give you life, so that you may enjoy all things.
I asked God to help me LOVE others, as much as He loves me.
God said… Ahhhh, finally you have the idea..
THIS DAY IS YOURS
DON’T THROW IT AWAY
May God Bless You,
‘To the world you might be one person, but to one person you just might be the world’
‘May the Lord Bless you and keep you, may the Lord make his face shine upon you,
and give you peace…… forever’
‘Good friends are like stars…
You don’t always see them, But you know they are always there.’
Mengapa Tuhan Kadang Berkata Tidak..
Tuhan menjawab, tidak anakKu bukan Aku yang harus menghilangkannya dari dirimu, tapi kamulah yang harus membuangnya. Saudara, ketika kita berdosa, dan jatuh berulangkali ke dosa yang sama, sering kita memohon, Tuhan hilangkanlah dosa ini, hilangkanlah kebiasaan buruk ini. Tapi kita lupa, Tuhan tidak bisa berbuat apa-apa ketika dosa itu masih kita sayangi. Pernahkah kita lihat gambar Tuhan Yesus yang mengetok pintu, kalau kita perhatikan pintu tersebut tidak ada gagangnya. Mengapa, karena gagangnya berada di dalam, Tuhan tidak akan masuk kalau kita yang ada di dalam tidak membukakan pintu tersebut. Kita mempunyai kuasa penuh untuk menentukan apa yang akan kita perbuat.
Bahkan seorang yang cacat mendapat keadilan Tuhan, tidakkah kita melihat seorang buta yang percaya dirinya jauh melebihi orang normal, yang mempunyai indra lain yang bekerja lebih sempurna karena dia buta. Bahkan banyak orang buta yang di masyarakat menyumbangkan jauh lebih banyak baik talentanya, keahliannya dll, lebih dari orang normal. Apalagi bagi kita yang normal, yang sempurna, ketika kita masih mengeluh Tuhan wajah saya kurang cantik, kurang ganteng tolong sempurnakan. Bukan fisik tubuh kita yang harus kita rubah tapi karakter kita, cara berpikir kita, itulah yang Tuhan inginkan dari kita.
Kebahagiaan adalah pilihan kita, Tuhan sudah memberikan berkat-berkat tak terkira bagi kita. Hidup kita, pekerjaaan, keluarga, teman, dan yang paling penting keselamatan melalui AnakNya Yesus Kristus. Kita yang memilih mau bahagia atau tidak, kita yang menentukan mau menikmati berkat-berkat yang begitu limpah yang diberikan Tuhan atau mengeluh karena itu tidak sesuai dengan keinginan kita.
Firman Allah berkata dalam 2 Korintus 12:9 berkata Tetapi jawab Tuhan kepadaku: Cukuplah kasih karuniaKu bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasaKu menjadi sempurna. Ketika kita memilih untuk meninggalkan Tuhan, mengabaikan perintah dan hukumNya, konsekuensinya adalah penderitaan, rasa sakit. Penderitaan dan rasa sakit itulah yang membawa kita sadar akan kuasa dan kasih Tuhan.
Kita belajar untuk sabar dari hidup kita, dari penderitaan kita, ketika kita diperlakukan tidak adil, ketika orang lain mengambil sesuatu milik kita, itulah saat kita belajar untuk sabar, kesabaran tidak diberikan itu kita pelajari dalam hidup kita.
Artikel yang sangat bagus,,,
kita sering mengeluh kepada Tuhan,mengapa? dan Mengapa?
padahal sebenarnya Tuhan mempunyai rencana yang lebih baik dari apa yang kita “paksakan” kepada TUHAN,
“DIA tahu apa yang terbaik buat kita UmatNya”
1 | nit
Juni 26, 2009 pada 12:16 am
Ini artikelnya dapet darimana sumbernya? Supaya kalo saya mo taroh di page saya juga kan etikanya menyertakan sumbernya.
thanx…. keren banget artikel ini…