SAYA, INTERNET & GAYA HIDUP

Posted: Februari 15, 2011 in Good Articles
Tag:, ,


Saya masih mahasiswa tingkat I, 12 tahun lalu ketika demam internet mulai melanda. Mirc, aplikasi chatting yang memungkinkan kita bercengkrama dengan berbagai netters di seluruh dunia adalah yang pertama mewabah. Bolos kuliah hanya untuk chatting dengan gebetan yang tinggal di antah berantah dan tak tahu tampangnya seperti apa. Jari-jari pun semakin lancar menari-nari diatas tuts keyboard, tidak perlu lagi ambil kelas Typing. Kemunculan Friendster membuat anak-anak kaget teknologi seperti kami semakin terpedaya dalam jerat adiksi Internet. Warnet-warnet mulai bermunculan bahkan sampai ke gang-gang sempit. Dalam bilik kayu yang sumpek, penuh asap rokok, anak-anak muda mulai menjelajah dunia maya. Sampai sekarang pun ketika Facebook dan Twitter menjadi pemain utama social network, dan game online yg seakan tak berhenti mencari inovasi baru permainan yang membuat anak-anak dari SD sampai mahasiswa betah semalaman suntuk berkutat di hadapan PC butut dalam warnet, Internet belum dimanfaatkan secara maksimal sebagai sumber informasi, pengetahuan dan referensi belajar. Internet masih sebatas kosa kata update status, like, tweet, DM, mention, dll. Padahal sebenarnya jika kita lebih kreatif kita bisa menggunakan internet untuk banyak hal positif. Misalnya guru Bahasa Indonesia bisa mewajibkan muridnya memposting tugas mengarang menjadi tulisan di blog. Comment-comment sederhana dari pembaca blognya bisa memotivasi sang anak untuk lebih sering menulis. Internet harus lebih diberdayakan untuk kepentingan generasi muda kita. Semestinya pemerintah bisa memblokir situs-situs porno, apakah kita tidak trenyuh melihat anak-anak SD sudah tidak canggung lagi melihat gambar-gambar atau video 17+. Jelas kontrol dari orang tua dan sekolah wajib tapi pemerintah pun harus mengambil peran dalam hal ini.

Bagi saya sekarang ini Internet adalah bagian tak terpisahkan dari gaya hidup. 8 tahun silam ketika saya mulai bekerja, gaji karyawan harus ditransfer manual sehingga butuh beberapa hari baru bisa masuk, sekarang ini dengan fasilitas e-banking semua serba mudah dan cepat. Cukup dengan beberapa klik, jumlah milyaran rupiah berpindah dari saldo perusahaan ke account karyawan. Surat-menyurat yang membutuhkan berhari-hari pengiriman sekarang diganti dengan email yang hanya butuh hitungan menit bahkan detik. Perkembangan teknologi, pengetahuan dan informasi yang sungguh cepat bisa dipantau dengan sedetail-detailnya via internet. Kita tak akan pernah kehabisan informasi dari internet.

Internet pun mengubah keseharian saya, tak afdol rasanya jika satu hari tidak berkicau atau update status. Waktu senggang pun habis untuk melihat dan mengomentari status orang. Tapi internet juga menawarkan banyak penghasilan tambahan. Saya pernah tergiur untuk berkecimpung di dunia HYIP atau High Yield Investment Program. Logika ini seakan buta dengan interest 50-100% sebulan. Tak sampai 3 bulan modal saya ludes tak bersisa. Itulah akibatnya jika serakah dan ingin jalan pintas untuk mendapat penghasilan. Sekarang ini lagi booming program-program berhadiah di internet. Berkah dari iseng-iseng saya pernah menang uang tunai 2 juta dari kontes foto sebuah bank swasta. Senangnya bukan kepalang. Dari situ saya mulai menyempatkan diri mengikuti kontes-kontes berhadiah. Lumayan walaupun seringnya hanya merchandise, namun rasanya sangat senang mendapat barang gratisan. Sebenarnya jika anda rajin, pintar menyesuaikan dengan tema lomba, kontes-kontes berhadiah ini bisa menjadi tambahan penghasilan yang menjanjikan. Teman saya sudah mengoleksi berbagai macam barang mulai dari Apple Macbook Pro, Ipod Touch, Blackberry sampai jalan-jalan ke Bali bahkan Bangkok hanya dengan menjadi Quiz Hunter. Tentu saja selain modal keberuntungan, anda wajib berusaha semaksimal mungkin. Berburu like atau vote sebanyak mungkin, tapi yang paling penting sekreatif mungkin menyesuaikan dengan tema lomba.

Internet juga saya manfaatkan untuk belanja berbagai barang kebutuhan. Pertama kali belanja, saya dikecewakan dengan si penjual, kaos bola yang dipesan tak kunjung datang sampai 3 bulan, ketika datang pun kualitasnya benar-benar mengecewakan. Tapi pengalaman itu tak membuat kapok, tapi memberi pelajaran berharga supaya memilih dengan saksama sebelum membeli. Sekarang saya merasa lebih nyaman berbelanja di internet dibanding harus keluar masuk toko untuk mencari barang yang diinginkan. Mulai dari kaos, helm dan jersey sepeda sampai Netbook saya cari via internet. Beberapa hari lalu saya memutuskan untuk membeli Netbook HP 110-3546 Mini via toko online terkemuka, Bhinneka.com. Dengan reputasi yang dimiliki membuat saya tak ragu untuk bertransaksi. Harganya bersaing, transaksinya mudah dan yang paling penting aman. Jual beli via internet seharusnya menjadi potensi besar perekonomian kita. Via internet tak ada barrier berarti sehingga dari penjuru dunia manapun bisa membeli apa yang kita tawarkan. Mudah-mudahan kedepannya ada sistem yang lebih mumpuni lagi sehingga masyarakat makin teredukasi akan manfaat internet dalam memasarkan produk.

Akhir kata..kita tak akan pernah bisa menahan laju teknologi internet, tapi kita bisa mengendalikannya untuk kebaikan kita.

Komentar
  1. roby mengatakan:

    selamat berlomba, semoga menang…

  2. elfino mengatakan:

    Nice Blog….Brur Or Sus Paleng Bagus…Buat Komunitas Online…Soalx ta lia blum Ada komunitas Blogger dr Manado dengan Minahasa

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s