Surat Pembaca Tabloid Bola

Surat Gw Neh

Klo gak salah 2 atau 3 tahun lalu saya iseng-iseng nulis ke rubrik pembaca tabloid olahraga Bola. Kebetulan saya sudah baca tabloid ini dari kelas 4 SD sampe sekarang udah pada kerja. Nah abis kirim surat pembaca itu via email saya cuekin aja. Tau-taunya beberapa minggu kemudian datang deh paket dari Bola ke rumah. Lumayan sih isinya ada kaos sama topinya. Dari situ saya klo pas ada momen mengenai sepak bola yang kepikiran baik pemainnya, pertandingannya, dll saya coba tulis dan karena di kantor ada sarana internet saya kirimlah ke tabloid Bola. Mostly yang saya kirim adalah mengenai Arsenal, klub kebanggaan saya sejak SD dulu. Waduh ngomong-ngomong mengenai Arsenal kayaknya di negeri ini saya deh salah satu penggemar terberatnya, hehe. Waktu kuliah dulu, dosen lagi ngajar neh, saya mah sibuk susun formasi pemain Arsenal, jadwalnya, sapa kira-kira pemain yang harus dibeli dan dijual, yah gitu-gitu deh. Skarang juga di kantor rasanya tiap hari saya harus baca berita tentang Arsenal di internet. Nah kembali ke surat pembaca tadi, saking seringnya saya ngirim, ade-ade saya, nyokap, sama bokap namanya udah pernah nampang di tabloid olahraga terbesar nasional itu. Yah bagi-bagi berkatlah, saya kirimnya pake nama mereka, supaya Bolanya juga gak curiga koq orang ini namanya muncul mulu. Ini neh salah satu contoh surat saya yang dimuat di Bola.

3 thoughts on “Surat Pembaca Tabloid Bola

  1. Saya ada di Rembang tahun 1994 ketika PSIR ‘tergelincir’ dalam 4 besar liga Indonesia. Saat itu, Rembang berubah seperti Manchaster. Semua orang bicara bola. Semua orang gila bola.
    Bayangkan saja, seperti Hoffenheim di liga Jerman saat ini, tim kecil dari negeri ‘miskin’ seperti Rembang bertarung di Senayan.
    Itu luar biasa. Itu kenangan paling tidak terlupakan.

    Tapi bagiku….bukan bermain di Senayan yang luar biasa. Tapi tangan-tangan kecil dan kaki-kaki kuat para pemain, pelatih, dan manager yang tanpa lelah merajut mimpi….itu yang luar biasa.
    Para pemain PSIR berangkat berlatih dengan sepeda ‘ontel’ saat para pemain Persija bergaji tinggi saat itu. Mereka juga menghuni mess yang sangat amat sederhana kala pemain dari tim besar sudah keluar masuk hotel berbintang.
    Semua keterbatasan itu yang menjadikan PSIR kuat. Dan bagiku itu sebuah kisah.
    Itu sepotong mozaik.

    Empat belas tahun setelah mimpi semusim itu,
    Saya menyaksikan bagaimana pertandingan di Boloang Mongondow berakhir tragis….bukan untuk PSIR…bukan untuk pemain PSIR yang di-Amrozi-kan,…..tetapi untuk PSSI dan Komdisnya.

    Bagi saya, tidak ada lelucon akhir tahun paling konyol selain keputusan Komdis PSSI meng-Amrozi-kan para pemain PSIR. Saya, selaku masyarakat Rembang layak menanyakan keputusan itu oleh beberapa alasan.

    Pertama, mengapa sebab kerusuhan Boloang Mongondow tidak dipertanyakan? Bukankah tidak akan ada asap jika tidak ada api? PSSI mengalihkan kegagalan mereka membina kinerja wasit dengan menjatuhkan vonis seumur hidup pada pemain PSIR untuk tidak merumput di liga Indonesia.

    Kedua, mohon maaf kalau saya lupa, tapi kerusuhan di liga Indonesia bukan baru di Boloang Mongondow saja. Bahkan ada kerusuhan yang menghilangkan nyawa orang. Tapi mengapa hanya untuk PSIR keputusan terberat di jatuhkan? Mengapa dalam banyak kasus….pelanggaran yang sama menghasilkan putusan yang berbeda?

    Ketiga, apakah Komdis PSSI akan menjatuhkan sanksi yang sama jika kebrutalan itu dilakukan pemain Persija, Persib, atau klub besar lain?

    Keempat, mengapa video rekaman yang dijadikan dasar PSSI menjatuhkan hukuman pada pemain PSIR? Lucu…bahkan di ruang sidang pengadilan sekalipun…video hanya dapat dijadikan ‘salah satu’ bukti…..bukan satu-satunya.

    Atas dasar keempat keberatan di atas, dan atas pertimbangan hak atas pekerjaan (right to work) para pemain PSIR, saya, selaku masyarakat Rembang tidak pernah sekalipun menerima putusan Komdis PSSI. Bagi saya putusan itu cuma lelucon dan aksi sok kuasa PSSI terhadap klub-klub kecil yang tidak memiliki uang.

    Kalau saya ingin menggedor sedikit, sahkah putusan Komdis jika PSSI sendiri belum memiliki seorang Ketua Umum yang sah berdasarkan putusan Munas. Jadi jika PSSi saja tidak memiliki dasar hukum atas pengurusnya….atas dasar apa Komdis PSSI menjatuhkan hukuman?

    Kita semua sudah dewasa….tidak perlu bersandiwara.

  2. tak terasa perhelatan Liga Italia kan kembali bergulir, sebuah tanda tanya besar siapa yang akan menjadi kampiun di akhir musim, dalam benak kita pasti tak akan lari dari klub besar seperti Inter, Juventus, Milan, dan Roma.
    Milan boleh berbangga mendapatkan Huntelaar tapi performa Milan di bawah asuhan Leanardo masih jauh di bawah harapan, dari beberapa pertandingan uji coba terlihat Milan seperti masih kikuk mencari formasi yang sebenarnya, R80 yang diharapkan dapat berbuat banyak buat menaikkan kembali derajat Rossoneri di seri A masih di bawah form, ini masih menjadi PR tersendiri buat allenatore milan tersebut.
    sepertinya Roma tak kalah lebih buruk dari Milan, perekrutan yang mereka lakukan tak bisa diharapkan meski secara kasat mata belum dilihat kebolehan mereka, keluarnya Aquillani dari Roma memperburuk lini tengah Roma, akankah Roma berkibar di pentas seri A musim ini?
    hanya Inter dan Juventus yang lebih siap menghadapi musim 09/10, juventus mempunyai Cannavaro, meski banyak yang mengatakan Canna taj sehebat seperti dulu tapi pengalamannya yang akan membantu juve, apalagi di bantu partnernya di Gli Azzuri, Cellini! di pastikan lini belakang juve akan terasa aman, belum lagi Diego Ribas, permainannya di uji coba membuktikan bahwa dia layak diperhitungkan lawan-lawannya,
    inter mendatangkan Lucio, Motta, Milito, meski inter kehilangan ikon mereka, Zlatan Ibrahimovic! kini ada Eto’o yang tak hebat dari Ibra, kini tinggal mencari sosok yang diinginkan The Special One, seorang pemikir di tengah lapangan! jika memang Sneijder jadi ke inter, musim ini inter akan lebih berbahaya dari musim sebelumnya.
    tapi sepak bola bisa mendatangkan keajaiban darimanapun, boleh inter dan juventus tersenyum tapi milan dan roma tak ingin hanya menjadi penjanggal inter dan juventus
    jadi mana yang akan svudetto 09/10?
    biarkan waktu yang menjawanya! Bravo seri A!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s