Ayah Angelina Sondakh:Saya Mendidik Anak Saya Menghormati Agama Lain

Hadiri pesta ‘Baim-Artika’ tanpa Adjie
Prof Sondakh Jadi Jubir Angie


SABTU (23/08) lalu, Angelina ‘Angie’ Sondakh turut mengha-diri pesta pernikahan Baim dan Artika Sari Devi di Balai Samu-dera, Kelapa Gading Jakarta. Angie datang tanpa menggan-dengi Adjie Massaid, sang ke-kasih. Tapi Angie tidak sendi-rian. Prof Dr LW Sondakh MEc, menjadi ‘pengawal’ putri kesa-yangannya itu.
Berkat isu santer Angie pin-dah agama mengikuti keya-
kinan Adjie Massaid, tak he-ran jika Putri Indonesia 2001 itu langsung diserbu warta-wan, pada malam itu. Namun Angie menutup rapat mulutnya.
Justru sang ayah yang me-wakilinya berbicara kepada para pewarta. Prof Lucky ti-dak membenarkan atau me-nyanggah kabar pernikahan Adjie dengan putri tercintanya itu. “Teman baik dan teman dekat Adjie dan Angelina tidak harus menonjolkan perbeda-an,” ucapnya seraya meng-gandeng erat Angie.
Prof Lucky, sangat hati-hati memilih kalimat yang diucap-kannya, termasuk soal pasti atau tidaknya sepasang ang-gota DPR dari Fraksi Partai Demokrat tersebut melekat-kan cinta mereka pada bing-kai pernikahan. “Dalam wak-tu dekat belum bisa memas-tikan. Pokoknya, belum bisa memberi jadwal pasti,” lanjut Lucky, yang begitu sabar me-layani para wartawan hiburan.
Angelina, yang tampak can-tik malam itu dalam balutan gaun malam, hanya sesekali melontarkan senyum. Mung-kin takut keceplosan, akhirnya ia membiarkan ayahnya yang berbicara. Perempuan kelahir-an Australia ini juga mengunci mulutnya ketika ditanya di mana keberadaan Adjie.
Sebelumnya Prof Sondakh kepada koran ini telah mene-gaskan, bahwa isu Angie pin-dah agama adalah tidak be-nar. Namun begitu, Prof Son-dakh mengatakan, sebagai orangtua Kristen, dirinya mendidik anak-anaknya, bebas dan terbuka mempe-lajari dan menghormati aga-ma-agama lain. Sebab ajaran Kasih Kristus juga adalah respect of human rights (meng-hormati hak-hak asasi orang).
‘’Selanjutnya, biarlah soal iman dan soal cinta menjadi ruang privat kita masing-masing, tidak perlu dibawa ke domain publik, apalagi politik,’’ tukas Prof Son-dakh.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s