Tidak Percaya Amil, Zakat Membawa Maut

Harian Komentar, Selasa 16 September 2008

Dua puluh satu orang dilapor-kan tewas akibat pembagian sedekah yang dilakukan se-orang dermawan di Pasuruan, Jawa Timur. Hal ini membuat sejumlah kalangan merasa prihatin. Pembagian zakat yang seharusnya bisa meringankan beban kaum duafa justru berbuah maut.
Pembagian zakat yang me-nuai musibah umumnya terjadi
saat digelar anggota masya-rakat secara perorangan. Penyebaran zakat dengan mengundang kaum duafa ini sekarang banyak dilakukan sebagian kalangan masya-rakat. Apa alasannya? Menu-rut Menteri Agama (Menag) Maftuh Basyuni, pemberian zakat oleh masyarakat mam-pu di wilayahnya karena masih kurangnya keperca-yaan kepada amil zakat.
Untuk itu, Maftuh berjanji akan memerintahkan kepala kanwil untuk mensosialisa-sikan peran amil zakat. “Di samping itu kita juga me-minta pada badan amil zakat agar mereka bisa juga mem-buktikan bahwa dirinya bisa dipercaya,” jelas Maftud dalam sebuah jumpa pers seperti dilansir detik.com, tadi malam.
Dijelaskannya, pada da-sarnya ada kecenderungan untuk tidak percaya pada beberapa badan amil zakat. Padahal, ujar Maftuh, ber-dasarkan laporan Baznas yang diperolehnya, saat ini badan amil sudah mengalami banyak kemajuan.
Dalam urusan zakat, peme-rintah telah mengeluarkan UU Zakat Nomor 38 Tahun 1999 dan Keputusan Dirjen Bimas Islam dan Urusan Haji Nomor D/291 Tahun 2000, tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Zakat, serta diikuti dengan terbitnya Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 373 Tahun 2003 tentang Pelaksanaan UU Zakat Nomor 38.
Tapi kata Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indo-nesia (MUI) Din Syamsudin, masalahnya bukan di situ. Sebab saat ini banyak orang kaya yang hanya ingin pamer atau riya dengan mengun-dang para mustahiq ke ru-mahnya untuk dibagikan uang. “Padahal serahkan saja ke amil zakat. Toh pahalanya juga sama. Tidak ada risiko rusuh,” ujar Din Syamsudin saat dihubungi detik.com.
Seandainya si pemberi zakat memang ingin menyerahkan langsung ke mustahiq (pene-rima zakat), imbuh Din, me-reka sebaiknya mendatangi langsung ke mustahiq. Bukan mengundang mereka yang kemudian berpotensi menim-bulkan kerugian.
Tapi, sekali pun harus me-ngundang, ujar Din, pemberi zakat seharusnya memper-siapkan segala sesuatunya dengan baik. Misalnya di-adakan di tanah lapang yang luas, serta calon penerima diberikan kupon. Sehingga potensi saling berdesakan para penerima zakat bisa dihindari.
Dalam penyebaran zakat, Ketua Umum PP Muham-madiyah ini menuturkan, penyerahan zakat hendaknya berdasarkan wilayahnya. Tiap-tiap daerah mempunyai orang kaya dan orang miskin. Dan diharapkan dengan penyebaran di wilayah masing-masing. Bila di satu wilayah merasa kelebihan baru bisa memberikan ke wilayah lain. Sehingga pe-nyalurannya bisa tertib dan kemanfaatannya jadi jelas.
Untuk itu Din berharap, masyarakat mau meman-faatkan lembaga-lembaga amil zakat yang telah ada. “Seharusnya kita mengambil pelajaran dari peristiwa-peristiwa yang terjadi. Sudah banyak orang miskin yang meninggal karena berebut zakat di beberapa tempat,” kata dia. Permintaan yang sama juga dikatakan Ketua Umum Badan Zakat Nasional (Baznas) Didin Hafidhudin. Menurut dia, sesuai petunjuk Al-Quran di surat At Taubah ayat 60 dan 103 dan beberapa hadits nabi disebutkan, zakat seharusnya disalurkan me-lalui amil zakat yang amanah dan profesional. “Musibah di Pasuruan terjadi karena para muzakki atau pemberi zakat selalu ingin menyerahkan bantuannya secara lang-sung,” kata Didin melalui keterangan persnya.
Didin juga menambahkan, inti dari zakat adalah untuk meningkatkan kesejahteraan fakir miskin secara berke-sinambungan, sehingga pembagiannya pun tidak bisa dilakukan sembarangan. “Zakat bukanlah memberi makan sehari atau dua hari,” ungkapnya. Didin pun meminta kepada para mu-zakki untuk menyalurkan zakatnya melalui Baznas supaya insiden Pasuruan yang memakan korban jiwa kaum duafa tidak terulang lagi.

Foto-foto kejadian naas ini anda bisa lihat disini.

3 thoughts on “Tidak Percaya Amil, Zakat Membawa Maut

  1. walau bagaimanapun, kita harus berterima kasih kepada h. syaikhon dan para korban. karena, dg peristiwa yg menimpa mereka inilah, kita semakin tersadarkan akan pentingnya zakat dilakukan dg ikhlas dan profesional…🙂

  2. jangan memperkeruh keadaan yang ending nya menambah kesal masyarakat, dengan kata tidak percaya dengan amil, zakat membawa maut.
    secara logikanya masih banyak keluarga yang kurang mampu ditanah air ini, ditambah lagi kebutuhan bahan pokok kian melambung… dengan zakat yang diberikan sang darwaman mungkin menurut mereka itu bisa untuk menutupi untuk kebutuhan pokok sehari2, mari kita memetik hikmah dari kejadian ini, dan untuk pelajaran yang akan datang.

  3. rasanya gak ada yang salah dengan judulnya, eman banyak orang dermawan sekarang yang merasa lebih tepat sasaran dengan membagikan langsung zakatnya kepada masyarakat bukan lewat badan amil lagi, mungkin tidak ada yang salah dengan itu cuman harus perlu diperhatikan prosedur pembagiannya sehingga tidak membawa musibah maut seperti yang barusan terjadi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s