Why GOD Said NO Sometimes

I asked God to take away my habit.
God said, No.
It is not for me to take away,
but for you to give it up.
I asked God to make my handicapped child whole.
God said, No.
His spirit is whole, his body is only temporary.

I asked God to grant me patience.
God said, No. Patience is a byproduct of tribulations;
it isn’t granted, it is learned.

I asked God to give me happiness..
God said, No.
I give you blessings;
Happiness is up to you.

I asked God to spare me pain.
God said, No.
Suffering draws you apart from worldly cares and brings you closer to me.

I asked God to make my spirit grow.
God said, No.
You must grow on your own, but I will prune you to make you fruitful.

I asked God for all things that I might enjoy life.
God said, No.
I will give you life, so that you may enjoy all things.

I asked God to help me LOVE others, as much as He loves me.

God said… Ahhhh, finally you have the idea..

THIS DAY IS YOURS
DON’T THROW IT AWAY

May God Bless You,

‘To the world you might be one person, but to one person you just might be the world’

‘May the Lord Bless you and keep you, may the Lord make his face shine upon you,
and give you peace…… forever’

‘Good friends are like stars…
You don’t always see them, But you know they are always  there.’

Mengapa Tuhan Kadang Berkata Tidak..

  1. Kita sering berkata Tuhan tolong hilangkan kebiasaan buruk saya.

Tuhan menjawab, tidak anakKu bukan Aku yang harus menghilangkannya dari dirimu, tapi kamulah yang harus membuangnya. Saudara, ketika kita berdosa, dan jatuh berulangkali ke dosa yang sama, sering kita memohon, Tuhan hilangkanlah dosa ini, hilangkanlah kebiasaan buruk ini. Tapi kita lupa, Tuhan tidak bisa berbuat apa-apa ketika dosa itu masih kita sayangi. Pernahkah kita lihat gambar Tuhan Yesus yang mengetok pintu, kalau kita perhatikan pintu tersebut tidak ada gagangnya. Mengapa, karena gagangnya berada di dalam, Tuhan tidak akan masuk kalau kita yang ada di dalam tidak membukakan pintu tersebut. Kita mempunyai kuasa penuh untuk menentukan apa yang akan kita perbuat.

  1. Suatu waktu seorang ibu dengan air mata berkata Tuhan tolong sempurnakan anak saya yang cacat ini. Tuhan menjawab, Tidak, tubuhnya memang tidak sempurna tapi jiwanya sempurna.

Bahkan seorang yang cacat mendapat keadilan Tuhan, tidakkah kita melihat seorang buta yang percaya dirinya jauh melebihi orang normal, yang mempunyai indra lain yang bekerja lebih sempurna karena dia buta. Bahkan banyak orang buta yang di masyarakat menyumbangkan jauh lebih banyak baik talentanya, keahliannya dll, lebih dari orang normal. Apalagi bagi kita yang normal, yang sempurna, ketika kita masih mengeluh Tuhan wajah saya kurang cantik, kurang ganteng tolong sempurnakan. Bukan fisik tubuh kita yang harus kita rubah tapi karakter kita, cara berpikir kita, itulah yang Tuhan inginkan dari kita.

  1. Ketika kita berkata Tuhan berikanlah kepada saya kebahagiaan, Tuhan berkata Tidak, Aku memberikanmu berkat-berkat berlimpah, kebahagiaan itu terserah engkau.

Kebahagiaan adalah pilihan kita, Tuhan sudah memberikan berkat-berkat tak terkira bagi kita. Hidup kita, pekerjaaan, keluarga, teman, dan yang paling penting keselamatan melalui AnakNya Yesus Kristus. Kita yang memilih mau bahagia atau tidak, kita yang menentukan mau menikmati berkat-berkat yang begitu limpah yang diberikan Tuhan atau mengeluh karena itu tidak sesuai dengan keinginan kita.

  1. Ketika kita meminta, Tuhan jauhkanlah rasa sakit, jauhkanlah penderitaan dari padaku. Tuhan berkata, Tidak ketika kau menderita, ketika engkau merasa sakit itulah saat engkau melihat apa yang ditawarkan dunia tidak memberimu kelegaan, ketika engkau menderita disitulah engkau melihat begitu besar kasihKu.

Firman Allah berkata dalam  2 Korintus 12:9 berkata Tetapi jawab Tuhan kepadaku: Cukuplah kasih karuniaKu bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasaKu menjadi sempurna. Ketika kita memilih untuk meninggalkan Tuhan, mengabaikan perintah dan hukumNya, konsekuensinya adalah penderitaan, rasa sakit. Penderitaan dan rasa sakit itulah yang membawa kita sadar akan kuasa dan kasih Tuhan.

  1. Ketika kita meminta Tuhan karuniakanlah kepadaku kesabaran, Tuhan menjawab Tidak, kesabaran adalah produk sampingan dari penderitaanmu, itu tidak diberikan tapi dipelajari.

Kita belajar untuk sabar dari hidup kita, dari penderitaan kita, ketika kita diperlakukan tidak adil, ketika orang lain mengambil sesuatu milik kita, itulah saat kita belajar untuk sabar, kesabaran tidak diberikan itu kita pelajari dalam hidup kita.

  1. Ketika kita meminta Tuhan untuk memberikan semua hal supaya kita dapat menikmati hidup ini, TUhan menjawab Tidak aku memberikanmu hidup supaya kamu dapat menikmati semua hal itu. Tuhan sudah memberi kita hidup supaya kita bisa menikmati apa yang ditawarkan hidup ini. Tuhan memberikan kekuasaan penuh bagi kita untuk menikmati hidup ini. Apa yang akan kita pilih, apa yang akan kita kejar, apa itu harta, jabatan, atau hidup kekal? Itu adalah dalam kuasa kita, itu semua bisa kita dapat, hidup sudah TUhan berikan, mau kita apakan itu, itu adalah pilihan kita.

2 thoughts on “Why GOD Said NO Sometimes

  1. Ini artikelnya dapet darimana sumbernya? Supaya kalo saya mo taroh di page saya juga kan etikanya menyertakan sumbernya.🙂
    thanx…. keren banget artikel ini…

  2. Artikel yang sangat bagus,,,
    kita sering mengeluh kepada Tuhan,mengapa? dan Mengapa?
    padahal sebenarnya Tuhan mempunyai rencana yang lebih baik dari apa yang kita “paksakan” kepada TUHAN,
    “DIA tahu apa yang terbaik buat kita UmatNya”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s